Jangan !!!

Jangan membuat harapan Dan bercerita tentang keindahan jika tidak bisa mempertanggung jawabkan.

Jangan datang membawa kesedihan-kesedihan jika tak ingin berbahagia bersama.

Jangan membuat bingung,tegas pada diri sendiri.

Ingin jika memang ingin, dan tidak jika memang tidak. Tapi jangan bilang tidak jika masih ingin. Dan pergilah jika tak ada lagi yang harus dipertahankan.

Aku tidakan menolak untuk mendengarkan jika ditolak tidak akan meminta kedua Kali.

Perjalanan Senja

Apakah kau tahu kenapa senja begitu menyenangkan?

Dia tidak pernah bisa ditebak, kan?

Kadang ketika langit menangis 

 Dia berwarna hitam gelap gulita

Saat matahari cerah 

Dia berwarna merah merekah bahagia


Masih Ku ingat perjalanan senja bersamamu,

Kita melihat senja bahagia,

Penutup yang indah untuk hari yg melelahkan itu, 

Satu hal yang pasti Aku selalu merindukan hal itu terjadi, melihat senja bersamamu

IKHLAS

Pada akhirnya air mata selalu mendobrak keluar walau dikekang.

Itulah dimana rasamu benar benar pada titik terendah daripada egomu

Seperti daun dia kan menyatu dengan bumi, meninggalkan tangkainyaa,,,

Tapi pohon akan tetap teguh berdiri, karena masih ada jutaan daun menghiasi ranting-rantignya yang kecil di dahanya

Ikhlaskan akan semua yang belum kita miliki karena semua adalah titipanya 
Dan percaya lah,bahwa sah pemilik akan jauh lebih merawatnya dengan baik Dan indah,,,

Penantian di ujung dermaga

Terimakasih

Itulah yang belum sempat Aku ucapkan padamu.

Perlukah Aku juga meminta maaf padamu?

Bila mau berkesah mungkin Aku tlah lelah.

Pada orang-orang yang berkilah.

Dengan tidak punya alasan untuk marah.

Apalagi menangis.

Hanya menangis,,,

Mungkin aku hanya bisa memilin rasa, yang kini beraneka rupa.

Atau mungkin takut akan cerita.

Tidak tahu tempat Dan cara melampiaskamya.

Dan sekali lagi terimakasih Ku ucapkan padamu.

Karena telah memberi alasan untuk itu.

Sekian lama Aku menunggu, setia padamu.

Aku sama sekali tidak merasa marah, hanya saja Aku tidak bisa menahan derai air yang mengalir Ini.

Sekarang aku hanya bisa menelan ludah, 

Mungkin,

Memang seharusnya Aku harus meminta maaf 

Kesendirian 


Haus; 

lapar;

dingin; 

Mereka lah rekanya, selalu bersamanya setiap jam sepanjang hari, 

Dan seiring berjalanya waktu dia menganggap mereka sebagai teman. 

Tak lama lagi, salah satu temanya ini akan iba padanya Dan membebaskanya Dari penderitaan yang fana ini,

Membebaskanya Dari penderitaan yang tak berujung ini.