Transportasi Konvesional vs Online

Di sore hari saat perjalanan pulang ke kosan, sampai di terminal KP Rambutan, terdengar percakapan antara supir angkot yang mengeluhkan sedikitnya penumpang sekarang, 

Dia membandingkan bahwa dulu  pas hari minggu angkotnya penuh, malah walau sudah penuh penumpangnya lah yang memaksa untuk ikut masuk, berbeda dengan sekrang, para penumpang banyak yang bilang sempit, padahal belum masuk itungan “full” versinya. 

Ya dengan adanya Ojek Online, Dan transportasi Online banyak supir angkot terkena imbasnya, banyak pasti pengangguran, menurutku.

Ada dilema juga tingkat konsumtif orang untuk membeli kendaraan dengan kredit membuat semakin banyaknya kendaraan bermotor road 2 atau pun roda 4.

Disisi lain industri kita bergerak di bidang otomotif, dalam hal Ini seperti duluan mana ayam atau telur.

Supir angkot Dan transportasi online, semua ngak ada yang salah, semua butuh makan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s