Cinta seorang ustaz,,,

Disebuah majelis di penuhi oleh orang-orang,baik itu putra dan putri
Satu ketika, seorang ustaz ditanya oleh audience-nya, seorang pemuda.
Wahai ustaz, terus terang saat ini ,saya sedang jatuh cinta dengan seseorang.Saya merasakan inilah cinta sejati,cinta yang tulus. Kami merasa sudah sangat dekat.tapi saat ini, kami belum dapat menikah karena ada banyak persoalan. Saya ingin bertanya bolehkah saya berpacaran dengan nya?
Ustaz tersebut tersenyum dan menjawab,”boleh saja asal engkau dapat menjawab 3 paket perranyaan saya”
Sang pemuda pun terbelalak heran,
“Benar ,demikian ustaz?”
Sang ustaz menganggukan kepalanya
“Kalau begitu apa pertanyaan pertama?”
Masih dengan senyumnya, ustaz itu bertanya,”wahai anak muda, aku ingin bertanya, benarkah cintamu kepadanya cinta sejati?”
“Tentu,saja ustaz, ini murni sejati”
“Apakah engkau punya keinginan untuk semakin dekat denganya? Apakah engkau merasa nyaman ketika menggandeng tanganya?benarkah engkau tidak punya keinginan untuk memeluknya? Benarkah cintamu murni sejati,tidak tercampuri oleh perasaan dan nafsu seperti itu?
Kan boleh jadi engkau hanya ingin menciumnya saja dan tidak cinta kepadanta”
Rentetan pertanyaan ini segera disambut tepuk tangan yang meriah. Tepuka tangan ini kebanyakan berasal dari audience putri. Sang pemuda terdiam sejenak,kemudian dia berusaha menjawab dengan lantang, dan mantap memecah keriuhan para audience.
“Tidak ustaz. CINTA INI MURNI SEJATI”
“Bagus!” Sang ustaz menjawab.”engkau lolos ujian”
Si pemuda terkejut
“Jadi saya boleh berpacaran denganya ?”
“Ho…ho …ho sebentar anak muda,engkau harus menjawab 2 paket pertanyaan lagi.Baru setelah itu,engkau boleh pacaran denganya.”
“Baik,saya akan menjawab keduanya.”
“Wahai anak muda,sebagian laki-laki menyukai perempuan berasal dari fisiknya. Sebagian besar juga mencoba menaklukan perempuan hanya demi gensi semata:mungkin karena dia termasuk golongan kelas tinggi, mungkin belum ada lelaki yang bisa menaklukanya, atau mungkin supaya ia dapat berbangga hati di depan teman-temanya karena berhasil menggaet sang wanita, Nah dalam hal ini, saya bertanya kepadamu anak muda. Benarkah engkau cinta kepadanya, atau jangan-jangan engkau hanya ingin memanfaatkanya untuk mendongkrak gensi di hadapan teman-temanmu?”. Demikian ustaz bertanya sambil tersenyum. Kebali terdengar sambutan meriah dari audience putri.
Si pemuda kembali terdiam.
“Tidak ustaz ,SAYA BENAR-BENAR CINTA PADANYA, CINTA YANG MURNI, CINTA SEJATI,tidak ada campuran hawa nafsu maupun gensi!”
Sang ustaz kembali tersenyum, kemudian beliau menepuk-nepuk bahu pemuda tersebut dan kemvali bertanya.
“Benar engkau sungguh-sungguh mencintainya?”
“Benar,ustaz!”
“Benar engkau bersedia berkorban apa saja untuknya?”
“Benar,ustaz. Saya bersedia”
Dengan senyumnya yang bijak, sang ustaz ini kembali bertanya, “Nah perranyaan ketiga, kalau engkau sungguh-sungguh mencintainya, kalau engkau mau berkorban apa saja untuknya, kenapa engkau tidak menikah saja denganya?”

Pemuda itu terdiam,dan pergi begitu saja. Dia tidak mampu membayar harga jatuh hatinya. Dan dia mencoba mencari jalan curang untuk mendapatkanya,Misinya gagal. Sang ustaz pun mendapar tepuk tangan yang meriah dari audience putri.

Cinta menuntut PERTANGGUNG JAWABAN, cinta menununtut KEBERANIAN. Cinta menuntut KOMITMEN. Cinta menuntut wadah yang tepat, yaitu PERNIKAHAN.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s